Ini bukan serangan terhadap kapal, ini serangan terhadap nurani kemanusiaan dunia.
Fatahillah313, Jakarta - Dewan Tanfidzi Nasional Persaudaraan Alumni 212 (DTN-Persada 212) mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang mengecam keras agresi dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Angkatan Laut Israel terhadap armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) yang sedang berlayar menuju Gaza, Palestina, melalui Laut Mediterania.
Menurut laporan resmi panitia GSF, sejak Rabu malam (1 Oktober 2025), pasukan Israel melancarkan operasi militer brutal, menyerang, menyergap, dan menangkap paksa ratusan relawan internasional dari 47 negara.
Menurut laporan resmi panitia GSF, sejak Rabu malam (1 Oktober 2025), pasukan Israel melancarkan operasi militer brutal, menyerang, menyergap, dan menangkap paksa ratusan relawan internasional dari 47 negara.
Sebanyak 443 relawan ditahan dan dibawa ke pelabuhan Ashdod, tanpa proses hukum apa pun, bahkan tanpa akses terhadap bantuan hukum internasional.
Serangan itu dilakukan menggunakan meriam air tekanan tinggi, cairan kimia beracun, dan senjata elektronik yang menyebabkan beberapa relawan luka-luka dan kehilangan kesadaran.
Serangan itu dilakukan menggunakan meriam air tekanan tinggi, cairan kimia beracun, dan senjata elektronik yang menyebabkan beberapa relawan luka-luka dan kehilangan kesadaran.
Setelah kapal mereka dipaksa berhenti, para relawan dipindahkan ke kapal perang Israel di bawah todongan senjata.
Padahal, misi Global Sumud Flotilla sepenuhnya bersifat kemanusiaan, membawa bahan pangan, obat-obatan, susu bayi, serta perlengkapan darurat bagi warga Gaza yang telah terkepung dan menderita akibat blokade Israel yang telah berlangsung lebih dari 17 tahun.
Padahal, misi Global Sumud Flotilla sepenuhnya bersifat kemanusiaan, membawa bahan pangan, obat-obatan, susu bayi, serta perlengkapan darurat bagi warga Gaza yang telah terkepung dan menderita akibat blokade Israel yang telah berlangsung lebih dari 17 tahun.
Israel Melanggar Hukum Internasional dan Prinsip Hak Asasi Manusia
Persada 212 menilai tindakan Israel tersebut tidak hanya barbar, tetapi juga merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.
Lebih lanjut, organisasi ini menegaskan bahwa agresi Israel terhadap armada kemanusiaan bukanlah insiden tunggal, melainkan bagian dari pola sistematis penjajahan dan kekerasan negara terhadap rakyat Palestina dan para pembela kemanusiaan di seluruh dunia.
Tiga Tuntutan Tegas Persada 212 kepada Dunia Internasional Melalui pernyataan sikap resminya, Persada 212 menyerukan tiga langkah konkret kepada komunitas global:
Intersepsi kapal kemanusiaan di perairan internasional merupakan bentuk nyata war crime, kejahatan perang yang tidak bisa ditoleransi,” tegas Persada 212 dalam pernyataannya.
Lebih lanjut, organisasi ini menegaskan bahwa agresi Israel terhadap armada kemanusiaan bukanlah insiden tunggal, melainkan bagian dari pola sistematis penjajahan dan kekerasan negara terhadap rakyat Palestina dan para pembela kemanusiaan di seluruh dunia.
Tiga Tuntutan Tegas Persada 212 kepada Dunia Internasional Melalui pernyataan sikap resminya, Persada 212 menyerukan tiga langkah konkret kepada komunitas global:
- Kepada negara-negara peserta flotilla, agar segera mengambil langkah diplomatik dan hukum internasional untuk menuntut tanggung jawab Israel atas serangan tersebut.
- Kepada PBB dan lembaga kemanusiaan global, untuk menuntut pembebasan tanpa syarat seluruh relawan yang diculik, membuka blokade ilegal Gaza, dan menjamin jalur laut kemanusiaan tetap aman serta bebas dari intervensi militer.
- Kepada Mahkamah Pidana Internasional (ICC), untuk segera memproses hukum Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, serta pimpinan Angkatan Laut Israel atas crimes against humanity (kejahatan terhadap kemanusiaan).
Solidaritas Tak Terbatas untuk Rakyat Palestina
Persada 212 menegaskan, sikap ini adalah wujud nyata solidaritas umat Islam Indonesia dan komitmen moral terhadap perjuangan rakyat Palestina yang telah lama menderita di bawah pendudukan dan blokade.
Dokumen pernyataan tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DTN Persada 212, KH. Ahmad Shobri Lubis, dan Sekjen DTN Persada 212, Ust. drh. Uus Solihuddin, di Jakarta, pada 10 Rabiul Akhir 1447 H / 3 Oktober 2025 M.
Pesan Moral: Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Persada 212 menutup pernyataannya dengan seruan spiritual yang menggugah:
Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” tulis pernyataan itu, mengutip semangat Pembukaan UUD 1945.
Dokumen pernyataan tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DTN Persada 212, KH. Ahmad Shobri Lubis, dan Sekjen DTN Persada 212, Ust. drh. Uus Solihuddin, di Jakarta, pada 10 Rabiul Akhir 1447 H / 3 Oktober 2025 M.
Pesan Moral: Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Persada 212 menutup pernyataannya dengan seruan spiritual yang menggugah:
اللهم انصر إخواننا المستضعفين في فلسطينYa Allah, tolonglah saudara-saudara kami yang tertindas di Palestina.
Seruan itu menggema sebagai simbol bahwa perjuangan kemanusiaan bukan hanya persoalan politik, tetapi amanah moral dan spiritual umat beriman di seluruh dunia.
Transkrip Lengkap Pernyataan Persada 212 :
#Persada212 #GlobalSumudFlotilla #FreePalestine #SaveGaza #WarCrime #HumanitarianCrisis #StopIsraelAggression #SolidaritasUmat #JusticeForPalestine #KemanusiaanTanpaBatas




