Kecaman Keras Habib Novel Alaydrus: Kontroversi Trans7, Menjaga Marwah Kyai dan Lirboyo


Edisi Khusus Hari Santri 22 Oktober 2025

Fatahillah313, Jakarta - Jelang Hari Santri Nasional, Trans7 dituding menayangkan konten 'tidak bermoral' dan melecehkan ulama serta santri dalam program 'Exposé & Sensor'. 
Tokoh agama, Habib Novel Alaydrus, melayangkan protes keras, menuntut Trans Corp segera menutup program tersebut, memecat oknum terkait, dan meminta maaf secara langsung ke Pondok Pesantren Lirboyo. 
Sebuah seruan untuk menjaga marwah pesantren dan menghentikan kegaduhan di tengah upaya pembangunan bangsa.


Berikut ringkasan Kecaman Habib Novel Alaydrus

ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

Hanya tinggal menghitung hari, tepatnya 22 Oktober, seluruh elemen bangsa Indonesia akan kembali merayakan Hari Santri Nasional. 
Sebuah hari bersejarah yang didedikasikan untuk menghargai perjuangan gigih para kyai dan pengabdian tulus para santri dalam membangun dan menjaga keutuhan negeri ini. 
Namun, kemuliaan peringatan ini mendadak tercoreng oleh tayangan kontroversial yang disiarkan oleh stasiun televisi nasional, Trans7.

Melalui programnya, 'Exposé & Sensor', Trans7 dituding telah secara sengaja dan terang-terangan menayangkan konten yang dinilai "sangat tidak bermoral" dan "tidak beradab"
Tayangan ini, menurut banyak pihak, khususnya umat Islam dan para santri, telah melukai hati, mencederai marwah, bahkan berani melecehkan para kyai dan santri.


Protes Keras dari Novel Muhammad Alaydrus (Habib Novel Alaydrus) 

Reaksi keras datang dari tokoh agama terkemuka, Habib Novel Muhammad Alaydrus (Habib Novel Alaydrus), yang melalui tanggapannya di media sosial menegaskan bahwa perbuatan ini adalah tindakan yang tidak dapat diterima oleh masyarakat luas. 
Kontroversi ini bukan hanya masalah program televisi semata, melainkan persoalan sensitif yang menyangkut kehormatan lembaga pendidikan agama dan para pemangku ajarannya.
Perbuatan ini tidak bisa diterima oleh masyarakat luas,
tegas Habib Novel.


Tuntutan Tegas: Tutup Program, Pecat Oknum, Minta Maaf ke Lirboyo! 

Dalam pernyataan tajamnya, Habib Novel Alaydrus tidak hanya berhenti pada kecaman. 
Ia melayangkan tuntutan yang sangat spesifik dan keras kepada Trans Corporation agar segera mengambil langkah-langkah konkret dan tegas:

1. Pemberhentian Oknum Terkait: 
Trans Corp harus segera memberhentikan orang-orang yang terlibat langsung dalam produksi program 'Exposé & Sensor' yang menimbulkan kegaduhan ini.

2. Penutupan Program: 
Program 'Exposé & Sensor' harus ditutup permanen. 
Habib Novel mempertanyakan kapasitas dan landasan ilmiah program tersebut, "Siapa 'Exposé & Sensor' sehingga berani berbicara tentang para santri dan kyai tanpa ilmu yang memadai, tanpa data yang terverifikasi?"

3. Permintaan Maaf Langsung ke Pondok Pesantren Lirboyo: 
Tuntutan paling krusial adalah agar Trans Corp segera meminta maaf secara langsung ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Lirboyo disebut sebagai institusi yang dimuliakan dan dijunjung tinggi oleh umat, pondok yang sangat tua dan memiliki sejarah panjang dalam kontribusi bagi bangsa. 
Pentingnya permintaan maaf ke Lirboyo ditekankan mengingat kemuliaan kyai dan santrinya. 
Bahkan, Habib Novel turut menyinggung riwayat singkat Presiden Prabowo yang pernah nyantri di Lirboyo, walau hanya sehari, yang pernah beliau sampaikan dalam salah satu pidatonya 3 tahun silam, menunjukkan betapa sentralnya posisi pondok ini dalam sejarah politik dan keagamaan Indonesia.


Peringatan: Jangan Ciptakan Kegaduhan! 

Habib Novel Alaydrus mengingatkan bahwa di tengah semangat pembangunan, bangsa ini tidak membutuhkan kegaduhan atau keributan yang dipicu oleh konten tidak bertanggung jawab. 
Bangsa ini sedang membangun, maka jangan membuat kegaduhan dan keributan,
ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti dampak buruk tayangan yang "merusak pemikiran" masyarakat karena tidak mendapatkan berita yang utuh dan terverifikasi. 
Oleh karena itu, Trans Corp diwajibkan segera membuat tayangan perbaikan dengan mengundang para ulama dan tokoh untuk menjelaskan secara utuh peran vital pesantren. 
Hal ini menjadi semakin mendesak untuk memastikan Hari Santri tidak dinodai, melainkan tetap menjadi momentum mulia dan penuh energi positif bagi kemajuan negeri.

WASALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

(Catatan Editor: Habib Novel Alaydrus mengakhiri videonya dengan mengutip pidato KH. Kafabihi Mahrus dari Ponpes Lirboyo, yang mendelegasikan dirinya sebagai perwakilan Lirboyo dan membenarkan bahwa Prabowo Subianto memang pernah 'mondok' di Lirboyo, meskipun hanya satu hari.



(as)
#NodaHitamTrans7 #HariSantri #Trans7LecahkanSantri #NovelAlaydrus #PondokPesantrenLirboyo #TutupExposeSensor #JagaMarwahKiai #TolakPelecehanUlama #TransCorpMintaMaaf #KontroversiTrans7