MENGGAPAI UMUR YANG BARAKAH


Oleh: Ustadz Muhammad Taufiq Daud, M.P.H., M.A.

Masjid Darussalam, Kota Wisata - Jumat, 31 Juli 2026

Fatahillah313, Cibubur - Umur adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah SWT berikan kepada manusia. 
Namun persoalannya bukan sekadar berapa panjang usia kita, melainkan untuk apa usia itu kita gunakan.

Dalam kajian bertema “Menggapai Umur yang Barakah”, Ustadz Muhammad Taufiq Daud, M.P.H., M.A. mengajak jamaah untuk bermuhasabah:
Sudah sejauh mana perjalanan hidup kita dan sebanyak apa bekal yang telah kita persiapkan untuk menghadap Allah?

Ada sebuah ungkapan yang menggambarkan kegelisahan seorang hamba menghadapi akhirat:
Perjalananku sangat panjang, sedangkan bekalku sangat sedikit.

Kalimat sederhana ini seharusnya mengetuk hati kita. 
Sebab setiap hari umur berkurang, sementara perjalanan menuju akhirat semakin dekat.


Umur Kita Sudah Digunakan untuk Apa?

Kelak manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas nikmat yang telah Allah berikan.

  • Umur, sudah digunakan untuk apa?
  • Ilmu, sudah diamalkan untuk apa?
  • Harta dan jabatan, diperoleh dari mana dan digunakan untuk apa?
  • Kesehatan jasmani dan rohani, dimanfaatkan untuk apa?

Di tengah kehidupan terkadang muncul ungkapan, 
Jangankan mencari yang halal, mencari yang haram saja sekarang susah.
Namun sulitnya kehidupan tidak boleh menjadi pembenaran untuk meninggalkan prinsip halal dan haram.

Sahabat Nabi ﷺ, Abdurrahman bin Auf RA, dikenal sebagai seorang saudagar yang sangat kaya, tetapi kekayaan tidak membuatnya melupakan akhirat. 
Hartanya justru menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Silakan menjadi pejabat. Silakan menjadi pengusaha. Silakan memiliki kekayaan. 
Namun semua itu hendaknya menjadi jalan menuju ketakwaan, bukan justru menjauhkan kita dari Allah.


Nikmat Sehat Baru Terasa Ketika Sakit

Sering kali kita baru mengetahui betapa mahalnya kesehatan ketika sakit datang.

Saat sehat, kita merasa mempunyai banyak waktu. 
Ketika tubuh mulai melemah, barulah kita menyadari bahwa kesempatan beribadah dengan tubuh yang sehat adalah nikmat yang luar biasa.

Karena itu, manfaatkan masa sehat sebelum sakit dan masa lapang sebelum datang kesempitan.

Jangan sampai kesempatan beramal baru terasa berharga ketika kesempatan itu sudah tidak ada.


Mengapa Semakin Tua Justru Semakin Mencintai Harta?

Dalam kajian juga disampaikan beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang semakin tua justru semakin kuat keterikatannya terhadap harta. 
Di antaranya keinginan memperoleh penghargaan dari anak-anak, pengaruh lingkungan, kekhawatiran akan merepotkan anak di masa tua, serta harapan untuk hidup lebih panjang.

Padahal harta sebanyak apa pun pada akhirnya akan kita tinggalkan.

Yang menemani perjalanan kita berikutnya bukan rumah, kendaraan, jabatan ataupun tabungan, melainkan amal yang kita kerjakan selama hidup.


Siapakah Manusia Terbaik?

Rasulullah ﷺ memberikan ukuran yang sangat indah tentang panjangnya umur.
Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalnya. 
Sebaliknya, seburuk-buruk manusia adalah orang yang panjang umurnya tetapi buruk amalnya.



Karena itu, umur panjang bukanlah tujuan utama. 
Yang kita harapkan adalah umur panjang yang dipenuhi kebaikan dan keberkahan.

Semakin bertambah usia, semestinya semakin dekat kepada Allah.
Jika Malam Ini Adalah Malam Terakhir Kita...

Ada pertanyaan muhasabah yang sangat menyentuh:
Siapa yang malam ini lebih memilih melihat HP daripada melihat dan membaca Al-Qur'an?

Bayangkan apabila malam ini Allah menetapkan akhir perjalanan kita.


Apakah kita sudah siap?

Allah menggambarkan penyesalan manusia ketika kematian telah datang dalam QS. Al-Mu’minun ayat 99–100. 
Ketika ajal tiba, manusia memohon agar dikembalikan ke dunia supaya dapat mengerjakan amal saleh yang dahulu ditinggalkannya.

Namun kesempatan itu tidak akan kembali.

Dalam QS. Fatir ayat 37, Allah juga menggambarkan penyesalan penghuni neraka yang memohon dikeluarkan agar dapat mengerjakan amal saleh. 
Allah mengingatkan bahwa mereka telah diberikan umur yang cukup untuk mengambil pelajaran dan telah datang pemberi peringatan.

Maka ketika usia memasuki 60 tahun, uban semakin banyak dan kekuatan tubuh mulai berkurang, semua itu hendaknya dibaca sebagai peringatan untuk semakin serius mempersiapkan akhirat.

Jangan menunggu ajal datang untuk menyesal.


Usia 40 Tahun: Momentum Besar untuk Berubah

Allah memberikan tuntunan yang sangat indah dalam QS. Al-Ahqaf ayat 15. 
Ketika seseorang mencapai usia dewasa dan memasuki umur 40 tahun, ia diajarkan untuk berdoa agar mampu mensyukuri nikmat Allah, beramal saleh, memperbaiki keturunan, bertobat, dan berserah diri kepada-Nya.

Dari ayat tersebut, ada beberapa pesan penting ketika usia semakin matang:

Pertama, perbanyak bersyukur.
Semakin bertambah umur, hendaknya semakin banyak bersyukur dan semakin sedikit mengeluh.

Kedua, perbanyak amal saleh.
Semakin tua usia, jangan sampai justru semakin banyak “amal salah”.

Ketiga, perbaiki diri.
Selama Allah masih memberikan umur, berarti masih ada kesempatan untuk berubah.

Keempat, perbanyak taubat.
Jangan menunggu merasa menjadi orang baik untuk bertobat. Justru taubatlah yang menjadi jalan menuju kebaikan.

Kelima, semakin berserah diri kepada Allah.
Semakin bertambah usia, semakin kita menyadari bahwa kekuatan manusia sangat terbatas dan hanya kepada Allah tempat kembali.


Umur Barakah Bukan Sekadar Umur Panjang

Pada akhirnya, keberkahan umur tidak semata-mata dihitung dari banyaknya angka usia.

Umur yang barakah adalah ketika bertambahnya usia diikuti bertambahnya iman, ilmu, syukur, amal saleh, kepedulian kepada sesama, taubat, dan kedekatan kepada Allah SWT.

Jangan hanya berdoa:
Ya Allah, panjangkan umurku.

Tetapi berdoalah agar umur yang Allah berikan menjadi umur yang penuh keberkahan.

Sebab kita tidak mengetahui berapa lama lagi perjalanan ini tersisa.

Hari ini kita masih bisa membaca Al-Qur'an.
Hari ini kita masih bisa bersujud.
Hari ini kita masih bisa bersedekah.
Hari ini kita masih bisa meminta maaf.
Dan hari ini pula kita masih bisa bertobat.

Jangan menunggu tua untuk menjadi baik, karena tidak semua manusia diberi kesempatan untuk menjadi tua.

Semoga Allah SWT menjadikan sisa umur kita sebagai sebaik-baik umur, menjadikan amal-amal terakhir kita sebagai sebaik-baik amal, dan menjadikan hari ketika kita kembali kepada-Nya sebagai hari terbaik dalam perjalanan kehidupan kita.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.


(HE)
#UmurYangBarakah #KajianIslam #MuhasabahDiri #RenunganIslam #BekalAkhirat #AmalSholeh #HusnulKhatimah #Bersyukur #MasjidDarussalam #KotaWisata