HABIB RIZIEQ MARAH BESAR TERHADAP “ORMAS PREMAN BAYARAN”: DESAK PEMBUBARAN DAN PENANGKAPAN PIMPINANNYA

Fatahillah313, Jakarta - Habib Rizieq Shihab melontarkan kritik keras terhadap pengerahan kelompok yang disebutnya sebagai “preman” dalam rangkaian kericuhan demonstrasi di Jakarta. 
Ia meminta pemerintah membubarkan organisasi yang disebutnya terlibat dan menangkap para pimpinan kelompok tersebut.

Habib Rizieq Shihab menyampaikan kemarahan dan keprihatinannya terhadap situasi Jakarta setelah terjadinya kericuhan dalam demonstrasi pada 27 Agustus. 
Dalam ceramahnya, ia menyoroti keberadaan kelompok yang disebutnya sebagai “preman” yang menurut keterangannya dikerahkan dalam jumlah besar dan masuk ke sejumlah kawasan permukiman.

Ia menyebut kelompok tersebut datang menggunakan sejumlah truk dan membawa bambu runcing. 
Menurut Habib Rizieq, keberadaan kelompok itu kemudian memicu keresahan karena warga disebut dikejar hingga ke rumah-rumah.
Kaget saya, Saudara. Ada preman lima truk dengan bambu runcing,
kata Habib Rizieq dalam ceramahnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian paling keras dalam ceramahnya. 
Habib Rizieq tidak hanya mempersoalkan aksi kelompok yang disebutnya sebagai preman, tetapi juga mempertanyakan mengapa kelompok semacam itu sampai dikerahkan ketika demonstrasi berlangsung.


Jakarta Memanas, Petamburan Menjadi Sorotan

Habib Rizieq mengawali penjelasannya dengan menggambarkan situasi Jakarta yang menurutnya ramai dan diwarnai kerusuhan. 
Ia menyebut adanya kekacauan, pembakaran, hingga korban meninggal dunia.

Peristiwa tersebut mendapat perhatian khusus darinya karena salah satu lokasi yang disebut terdampak berada di sekitar Petamburan, kawasan tempat tinggalnya.

Ia menjelaskan bahwa wilayah Petamburan berada tidak jauh dari kompleks parlemen. 
Dari tempat tinggalnya, menurut Habib Rizieq, kawasan Gedung DPR dapat terlihat dari kejauhan.
Jadi kalau dari rumah saya dikeker dikit, gedung DPR sudah kelihatan. Jadi kalau lempar batu nyampe, Saudara,
ujarnya.

Menurut dia, kondisi geografis tersebut membuat situasi demonstrasi di sekitar Gedung DPR secara langsung berkaitan dengan keamanan masyarakat di kawasan permukiman sekitarnya.

Habib Rizieq kemudian mengungkapkan bahwa sebelum demonstrasi 27 Agustus, ia telah menyampaikan nasihat kepada sejumlah pihak.


Enam Kelompok yang Disebut Telah Diberi Nasihat

Dalam ceramahnya, Habib Rizieq mengatakan bahwa pada kegiatan Maulid di Petamburan tanggal 24 Agustus, ia telah memberikan nasihat kepada enam kelompok yang menurutnya memiliki keterkaitan dengan potensi terjadinya bentrokan.

Enam kelompok tersebut adalah pemerintah, TNI, Polri, DPR, para pendemo atau rakyat yang menyampaikan aspirasi, serta masyarakat umum termasuk organisasi kemasyarakatan.

Ia mengatakan nasihat tersebut disampaikan agar demonstrasi tidak berkembang menjadi bentrokan dan kerusuhan.

Kepada pemerintah, termasuk Presiden, Habib Rizieq mengaku telah menyampaikan agar aparat tidak mengerahkan kelompok yang disebutnya sebagai preman.

Pesannya juga ditujukan kepada kepolisian dan tentara.
Jangan mengerahkan preman. 
Jangan mengerahkan preman. 
Kita sudah sampaikan kepada kepolisian, Polri, tentara, jangan kerahkan preman. 
Enggak boleh preman dikerahkan.

Pada saat yang sama, Habib Rizieq menegaskan bahwa demonstrasi merupakan hak rakyat.

Menurut dia, masyarakat dari berbagai daerah tetap memiliki hak datang ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi. 
Ia menyebut orang dari Pati, Surabaya, Kalimantan, maupun daerah lain tidak semestinya dihalangi selama menyampaikan pendapat secara damai.


Polisi Diminta Menjaga Demonstrasi, Bukan Menggunakan Preman

Dalam ceramah tersebut, Habib Rizieq juga membedakan antara hak masyarakat untuk melakukan demonstrasi dengan tindakan yang mengarah kepada kekerasan.

Menurutnya, selama demonstrasi berlangsung secara damai, aparat bertugas menjaga keamanan dan tidak mengganggu atau menghentikan aksi tersebut.

Namun, ketika demonstrasi berubah menjadi tindakan merusak, membakar, melakukan kekerasan atau pembunuhan, ia menyebut penanganannya merupakan tugas kepolisian.

Bahkan jika terjadi kerusuhan akibat provokasi, menurut Habib Rizieq, aparat kepolisian yang seharusnya melakukan pembubaran.
Itu tugas polisi. 
Kalaupun terjadi massa chaos karena provokasi, tugas polisi untuk membubarkan mereka. 
Bukan tugas preman.

Pernyataan tersebut menjadi dasar kritik utamanya terhadap apa yang ia sebut sebagai pengerahan kelompok preman.


Tuduhan Kekerasan terhadap Warga

Habib Rizieq kemudian mengungkap sejumlah peristiwa yang menurut keterangannya terjadi ketika kelompok tersebut masuk ke kawasan permukiman.

Ia menyebut adanya warga yang dikejar hingga masuk ke rumah. 
Ia juga menyebut nama seorang pria berusia sekitar 60 tahun, Bambang Setiawan, yang menurut keterangannya merupakan pedagang cermin.

Dalam ceramahnya, Habib Rizieq mengatakan Bambang tidak mengetahui persoalan demonstrasi, tetapi disebut diseret, dipukuli, bahkan ditelanjangi hingga akhirnya meninggal dunia.

Ia juga menyebut seorang siswa Madrasah Aliyah kelas tiga yang menurut keterangannya diseret dari depan rumah dan dipukuli.

Pernyataan tersebut disampaikan Habib Rizieq sebagai bagian dari kritik terhadap kelompok yang disebutnya sebagai preman. 
Materi ceramah itu juga memuat tudingan terhadap aparat yang menurutnya mengetahui keberadaan kelompok tersebut.

Ia mempertanyakan pernyataan bahwa aparat tidak mengetahui kelompok yang datang ke lokasi.
Lima truk preman begitu datang dikawal oleh Brimob. 
Bohong mereka tidak tahu.

Pernyataan tersebut merupakan tuduhan yang disampaikan Habib Rizieq dalam ceramahnya dan bukan kesimpulan independen mengenai pihak-pihak yang terlibat.


Menolak Preman Masuk Kampung

Habib Rizieq kemudian mengingatkan masyarakat agar menjaga lingkungan masing-masing.

Sebelumnya, ia mengaku telah meminta warga Jakarta bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya demonstrasi besar. 
Ia menyampaikan agar akses gang ditutup dan warga menjaga rumah masing-masing.

Namun, dalam ceramahnya, ia juga mengkritik keras tindakan kelompok yang menurutnya masuk ke kampung-kampung dan melakukan kekerasan terhadap warga.

Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak seharusnya menjadi korban dalam konflik yang berkaitan dengan demonstrasi.

Habib Rizieq mempertanyakan apa kesalahan warga dan tukang ojek yang menurut keterangannya menjadi korban pemukulan.
Apa dosa mereka? 
Apa salah mereka?
ujarnya.


Desak Pemerintah Bubarkan Organisasi yang Disebutnya Preman

Setelah menguraikan peristiwa tersebut, Habib Rizieq menyampaikan tuntutan secara langsung kepada pemerintah.

Ia meminta Presiden dan para menteri terkait mengambil tindakan terhadap organisasi yang disebutnya sebagai organisasi preman.
Saya minta kepada Bapak Presiden, begitu juga menteri-menteri yang terkait, organisasi preman tersebut bubarkan.

Menurut Habib Rizieq, keberadaan organisasi tersebut hanya mengganggu ketenangan masyarakat.

Ia juga meminta pimpinan kelompok tersebut ditangkap dan diproses secara hukum.

Dalam ceramahnya, ia membandingkan penanganan terhadap kelompok yang disebutnya preman dengan penanganan terhadap tokoh agama, kiai, ustaz, habib, dan santri.
Jangan kalau nangkap kiai cepat, nangkap ustaz cepat, nangkap habib cepat, nangkap santri cepat, nangkap preman takut.


Seruan tersebut kemudian disambut oleh massa dengan jawaban kesiapan untuk melawan dan mengusir preman, disertai takbir.


Lima Truk Dibakar, Habib Rizieq Minta Masyarakat Tidak Disalahkan

Habib Rizieq juga menyinggung pembakaran kendaraan yang disebutnya berjumlah lima truk.

Menurut keterangannya, bentrokan terjadi ketika masyarakat berhadapan dengan kelompok yang disebutnya datang menggunakan lima truk. 
Ia mengatakan kendaraan tersebut kemudian dibakar masyarakat.

Namun, dalam ceramahnya, Habib Rizieq meminta agar masyarakat tidak langsung disalahkan atas pembakaran tersebut.

Ia mengaitkan tindakan masyarakat dengan keberadaan kelompok yang menurutnya lebih dahulu masuk ke wilayah permukiman dan melakukan kekerasan.
Kalau preman itu turun, Saudara, enggak ada truk yang dibakar.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari pembelaannya terhadap masyarakat yang menurutnya merasa terancam.


Instruksi kepada Laskar FPI

Di bagian berikutnya, Habib Rizieq menyatakan telah memberikan instruksi kepada seluruh laskar FPI, khususnya yang berada di Jakarta.

Ia mengatakan instruksi tersebut berkaitan dengan antisipasi apabila kelompok yang disebutnya sebagai preman kembali masuk ke kampung-kampung, mengganggu warga, menculik, atau melakukan penganiayaan.
Saya sudah instruksikan seluruh laskar FPI di mana pun Anda berada, bangkit lawan semua preman yang bikin susah masyarakat, Saudara.

Pernyataan itu kembali disambut dengan takbir oleh massa yang hadir.


Kritik terhadap Pembubaran FPI

Dalam ceramah yang sama, Habib Rizieq kemudian menghubungkan persoalan tersebut dengan pembubaran FPI.

Ia mempertanyakan mengapa, menurut pandangannya, organisasi yang disebutnya sebagai organisasi preman sulit dibubarkan, sementara FPI menurutnya pernah dibubarkan dengan cepat.

Ia juga menyinggung peran Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan dalam konteks pembubaran FPI.

Habib Rizieq mengaitkan keberadaan organisasi Islam dengan kegiatan amar makruf nahi mungkar. 
Menurut pernyataannya, setelah organisasi Islam tersebut tidak ada, persoalan korupsi dan kejahatan tetap menjadi persoalan yang dipertanyakan.

Bagian tersebut kemudian berkembang menjadi kritik terhadap tokoh atau pihak yang menurutnya pernah terlibat dalam proses pembubaran FPI.


Dari Kericuhan Demonstrasi ke Persoalan Ketertiban Masyarakat

Ceramah Habib Rizieq pada akhirnya menempatkan persoalan demonstrasi, keamanan masyarakat, keberadaan kelompok yang disebutnya preman, serta pembubaran FPI dalam satu rangkaian pembahasan.

Ia menegaskan kembali bahwa masyarakat memiliki hak menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi. 
Namun, menurutnya, hak tersebut tidak boleh berubah menjadi kekerasan.

Pada sisi lain, ia juga menolak penggunaan kelompok non-aparat untuk menangani demonstrasi atau kerusuhan.

Bagi Habib Rizieq, apabila demonstrasi berlangsung damai, aparat harus menjaga keamanan. 
Jika terjadi kerusuhan, penanganannya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, bukan kelompok yang disebutnya sebagai preman.

Ceramah tersebut sekaligus memperlihatkan kerasnya respons Habib Rizieq terhadap dugaan kekerasan yang menimpa masyarakat di sekitar lokasi demonstrasi.

Di hadapan jamaah, ia menyerukan agar organisasi yang disebutnya sebagai organisasi preman dibubarkan dan para pimpinan kelompok tersebut ditangkap.

Pernyataan itu disampaikan dengan nada tegas, diselingi seruan perlawanan terhadap preman dan takbir dari massa yang hadir.

Sementara berbagai tuduhan mengenai pengerahan kelompok, keterlibatan aparat, serta kekerasan terhadap warga sebagaimana disampaikan dalam ceramah tersebut merupakan pernyataan Habib Rizieq yang perlu dibedakan dari fakta yang telah terverifikasi secara independen.

Di tengah situasi demonstrasi yang memanas, pesan utama yang terus diulang Habib Rizieq adalah satu hal: 
Hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi harus tetap dihormati, sementara keamanan warga dan penegakan hukum, menurutnya, merupakan tanggung jawab aparat negara.


(as)
#HabibRizieq #Jakarta #Petamburan #Demonstrasi #FPI #Preman #Kericuhan #Warga #Aparat #Indonesia