LIVE UPDATE DEMO REFORMASI JILID II: Massa Bertahan hingga Malam di Thamrin, Desak Pemerintah Akui Kesalahan

Fatahillah313, Jakarta, 12 Juni 2026 - Gelombang aksi yang disebut peserta sebagai "Reformasi Jilid II" terus berlanjut di pusat ibu kota. 
Hingga Jumat malam (12/6), ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat, mahasiswa, organisasi kepemudaan, hingga kelompok masyarakat sipil masih bertahan di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Meski akses menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI) diblokade aparat keamanan, massa memilih tetap bertahan dan melanjutkan aksi dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan serta lagu nasional sebagai simbol perlawanan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang mereka nilai tidak berpihak kepada rakyat.

Pantauan di lapangan menunjukkan situasi relatif kondusif meskipun ketegangan sempat terjadi pada sore hari akibat aksi saling dorong antara demonstran dan aparat yang berjaga.


Massa Bertahan, Tolak Membubarkan Diri

Menjelang malam, konsentrasi massa justru terlihat semakin bertambah. 
Jika pada sore hari mayoritas peserta berasal dari kalangan mahasiswa, maka memasuki petang hingga malam hari mulai terlihat masyarakat umum ikut bergabung.

Di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman, peserta aksi memenuhi badan jalan sambil membawa spanduk, poster tuntutan, dan meneriakkan yel-yel perjuangan.

Beberapa peserta aksi bahkan menyatakan tidak akan meninggalkan lokasi sampai pemerintah memberikan respons terhadap tuntutan yang mereka suarakan.
Kami akan tetap bertahan sampai pemerintah mau mendengar suara rakyat dan mengakui kesalahan kebijakan yang selama ini merugikan masyarakat,
ujar salah satu peserta aksi di lokasi.

Di depan Plaza UOB, massa tampak duduk berkelompok sambil menyanyikan lagu-lagu nasional dan lagu perjuangan. 
Suasana yang sempat hening saat pelaksanaan Salat Magrib kembali berubah ramai setelah ibadah selesai.


Polisi dan TNI Bentuk Barikade

Sementara itu, aparat gabungan kepolisian dan TNI masih berjaga ketat di sejumlah titik strategis.

Barikade pengamanan dibentuk sekitar satu kilometer sebelum Bundaran HI guna mencegah massa bergerak menuju titik yang sebelumnya direncanakan sebagai lokasi utama demonstrasi.

Pihak kepolisian sebelumnya menyatakan Bundaran HI tidak dapat digunakan sebagai lokasi aksi karena merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi dan transportasi ibu kota yang berpotensi mengalami kelumpuhan total apabila diduduki massa dalam jumlah besar.

Akibat penutupan akses tersebut, arus kendaraan menuju Bundaran HI mengalami gangguan serius.

Sejumlah ruas Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin terpaksa dialihkan sementara untuk menghindari kemacetan yang lebih parah.

Meski demikian, arus kendaraan dari arah Bundaran HI menuju Semanggi masih dapat bergerak meskipun dalam kondisi tersendat.


Lima Tuntutan Utama Demonstran


Dalam aksi Reformasi Jilid II kali ini, demonstran membawa lima tuntutan utama yang menjadi fokus protes mereka terhadap pemerintah.

Kelima tuntutan tersebut meliputi:
    1. Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
    2. Menurunkan harga kebutuhan pokok yang dinilai semakin memberatkan masyarakat.
    3. Menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM).
    4. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang dianggap tidak menjadi prioritas utama rakyat saat ini.
    5. Menghentikan praktik militerisme di ranah sipil serta mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui kesalahan kebijakan pemerintah.

Menurut massa aksi, berbagai kebijakan tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh karena dianggap tidak menjawab persoalan ekonomi yang sedang dirasakan masyarakat.


Mahasiswa dari Berbagai Kampus Turun ke Jalan

Aksi kali ini juga diwarnai kehadiran mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya.

Sejumlah kampus yang terlihat mengirimkan peserta aksi antara lain:
  • Universitas Indonesia (UI)
  • Universitas Budi Luhur
  • Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)


Berbagai organisasi kemahasiswaan dan kelompok ekstra kampus

Selain mahasiswa, sejumlah organisasi seperti HMI dan GMNI juga tampak hadir dalam demonstrasi tersebut.

Memasuki malam hari, sebagian peserta aksi tidak lagi mengenakan atribut almamater kampus dan memilih berpakaian kasual. 
Namun identitas kelompok mahasiswa masih terlihat melalui berbagai spanduk dan koordinasi lapangan yang dilakukan secara terorganisir.


Ojol dan Masyarakat Umum Mulai Bergabung

Salah satu perkembangan menarik dalam aksi malam ini adalah meningkatnya keterlibatan masyarakat umum.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah pengemudi ojek online (ojol) ikut bergabung bersama massa mahasiswa.

Kehadiran kelompok masyarakat non-mahasiswa membuat jumlah peserta aksi terus bertambah dan memperluas basis dukungan terhadap demonstrasi yang berlangsung.

Beberapa kali terdengar teriakan dari peserta aksi yang meminta aparat membuka blokade jalan menuju Bundaran HI.

Namun hingga berita ini diturunkan, aparat masih mempertahankan garis pengamanan.


Sempat Terjadi Ketegangan

Sebelum suasana kembali kondusif pada malam hari, demonstrasi sempat diwarnai insiden saling dorong antara massa dan aparat.

Beberapa benda juga dilaporkan sempat dilemparkan ke arah petugas yang berjaga di garis depan barikade.

Beruntung situasi tidak berkembang menjadi kericuhan besar.

Koordinator lapangan dari berbagai kelompok mahasiswa terlihat berupaya menjaga peserta aksi agar tidak terpancing provokasi.

Hingga pukul 18.20 WIB, massa masih bertahan dan terus berdatangan ke lokasi aksi.


Simbol Perlawanan di Tengah Jantung Ibu Kota

Bagi sebagian peserta, aksi ini bukan sekadar demonstrasi biasa. Mereka menyebut momentum tersebut sebagai bentuk peringatan terhadap pemerintah agar lebih mendengarkan aspirasi masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan banyak kalangan.

Lagu-lagu perjuangan yang dinyanyikan bergantian sepanjang malam menjadi simbol bahwa gerakan ini ingin mempertahankan semangat kritik terhadap kebijakan publik yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.

Sementara itu, aparat keamanan tetap mengimbau massa untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan maupun ketertiban umum.

Hingga berita ini diterbitkan, aksi Reformasi Jilid II masih berlangsung di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, dengan massa yang terus bertahan dan aparat yang masih mempertahankan blokade menuju Bundaran HI.



(as)
#DemoJakarta #ReformasiJilid2 #AksiMahasiswa #DemoThamrin #BundaranHI #JakartaPusat #MahasiswaBergerak #SuaraRakyat #BeritaNasional #DemoHariIni #Indonesia #AksiDamai #TuntutanRakyat #UpdateDemo #BreakingNewsIndonesia