Seruan Tegas dari Habib Rizieq Shihab: Keluar dari “Board of Peace” dan Jaga Martabat Bangsa

Fatahillah313, Jakarta - Di tengah dinamika geopolitik global yang kian memanas, suara kritis kembali disampaikan oleh Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab. 
Dalam sebuah pernyataan yang ditujukan kepada jajaran pimpinan dan anggota Laskar Pembela Islam (LPI), ia menyoroti situasi nasional dan internasional yang dinilainya semakin tidak menentu, sekaligus menyerukan sikap tegas pemerintah Indonesia terhadap kebijakan luar negeri yang dianggap berpotensi merugikan kedaulatan bangsa dan solidaritas terhadap perjuangan Palestina.

Artikel ini merangkum secara sistematis dan humanis pokok-pokok pandangan serta seruan yang disampaikan 
Habib Rizieq.


Situasi Nasional: Kekhawatiran atas Arah Kebijakan Luar Negeri 

Habib Rizieq membuka pernyataannya dengan menggambarkan kondisi nasional yang dinilai berada dalam tekanan. 
Ia menyoroti keterlibatan Indonesia dalam sebuah forum internasional yang disebut sebagai “Board of Peace”, sebuah inisiatif yang menurutnya diprakarsai oleh Amerika Serikat dan melibatkan Israel dengan dalih mendorong perdamaian di Palestina.

Dalam pandangannya, kerja sama tersebut menimbulkan kekhawatiran karena dianggap tidak berjalan dalam posisi yang setara. 
Habib Rizieq menilai adanya potensi ketimpangan ekonomi, termasuk isu akses pasar dan kebijakan perdagangan yang dinilai lebih menguntungkan pihak luar dibandingkan kepentingan nasional.

Menurutnya, jika ketimpangan tersebut terus berlanjut, situasi sosial dan politik di dalam negeri berpotensi mengalami gejolak. 
Habib Rizieq juga mengingatkan bahwa kebijakan yang terlalu dekat dengan kekuatan global tertentu dapat menimbulkan keresahan di tengah mayoritas masyarakat Muslim Indonesia.


Dimensi Internasional: Kritik terhadap Peran Kekuatan Global 

Dalam konteks global, Habib Rizieq menyoroti meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah. 
Habib Rizieq mengkritik keras tindakan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel, yang menurutnya telah menimbulkan korban jiwa, termasuk dari kalangan sipil dan tokoh penting di kawasan.

Habib Rizieq juga menyoroti posisi negara-negara di kawasan Timur Tengah yang dinilai berada dalam tekanan geopolitik, terutama terkait keberadaan fasilitas militer asing di wilayah mereka. 
Kondisi ini, menurutnya, memperlihatkan kompleksitas kekuatan global yang berdampak langsung pada stabilitas kawasan.

Dalam konteks tersebut, Habib Rizieq menilai Indonesia seharusnya mengambil posisi yang lebih berhati-hati dan independen, terutama dalam menjaga konsistensi sikap terhadap isu kemanusiaan dan kemerdekaan Palestina.


Seruan kepada Presiden Prabowo Subianto 

Dalam bagian paling tegas dari pernyataannya, Habib Rizieq menyampaikan tiga poin utama kepada Presiden Prabowo Subianto:

1. Keluar dari “Board of Peace” 
Ia meminta pemerintah segera menarik diri dari forum tersebut agar Indonesia tidak dianggap berada dalam barisan kebijakan yang dinilai merugikan perjuangan Palestina maupun kedaulatan nasional.

2. Tinjau Ulang Rencana Pengiriman Pasukan ke Gaza 
Habib Rizieq menyoroti wacana pengiriman sekitar 10.000 personel TNI ke wilayah Gaza. Menurutnya, misi tersebut perlu diperjelas.

Ia menegaskan bahwa:
      • Jika tugas hanya menjaga perbatasan atau misi kemanusiaan, hal itu masih dapat diterima.
      • Namun jika pasukan bertugas melucuti kelompok perlawanan Palestina, langkah tersebut dinilai berisiko menimbulkan konflik baru dan mencoreng posisi Indonesia di mata dunia Islam.

3. Dukungan Jika Misi untuk Kemerdekaan Palestina 
Habib Rizieq menyatakan dukungan penuh apabila pengiriman pasukan bertujuan melindungi rakyat Palestina atau mendukung kemerdekaan mereka. 
Habib Rizieq bahkan menyebut kesiapan elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam perjuangan kemanusiaan tersebut.


Kekhawatiran Strategis: Risiko Konflik dan Dampak Diplomatik 

Salah satu kekhawatiran yang disampaikan adalah potensi skenario sensitif jika pasukan Indonesia terlibat dalam operasi yang berhadapan dengan kelompok perlawanan Palestina. 
Menurutnya, situasi seperti itu dapat menimbulkan dilema politik, moral, dan diplomatik bagi Indonesia.

Habib Rizieq juga menekankan pentingnya menjaga citra Indonesia sebagai negara yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina, sebagaimana amanat konstitusi dan sejarah politik luar negeri Indonesia.


Pesan Utama: Kedaulatan, Konsistensi, dan Keberpihakan pada Kemanusiaan 

Secara keseluruhan, pernyataan Habib Rizieq menekankan tiga prinsip utama:
    • Menjaga kedaulatan nasional dalam setiap kerja sama internasional
    • Mengambil posisi independen dalam percaturan geopolitik global
    • Konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina sebagai isu kemanusiaan dan keadilan

Habib Rizieq menutup seruannya dengan ajakan kepada pemerintah untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan strategis yang berdampak pada posisi Indonesia di tingkat global.



(as)
#HabibRizieq #PalestinaMerdeka #TolakBoardOfPeace #KedaulatanIndonesia #PolitikLuarNegeri #SolidaritasPalestina #GeopolitikGlobal #IndonesiaBermartabat #SavePalestine #UmatBersatu