Ia adalah bulan perjuangan, bulan pembentukan karakter, dan momentum kebangkitan spiritual serta sosial umat Islam.
Dalam rangka menyemarakkan syiar Ramadhan 1447 Hijriah, Gerakan Muslim Jakarta (GMJ) kembali menggelar Kajian dan Buka Puasa Bersama bertema besar:
“Romadhon Bulan Perjuangan!” (Bagian 2)
“Romadhon Bulan Perjuangan!” (Bagian 2)
Acara ini menjadi ruang pertemuan para ulama, aktivis dakwah, dan masyarakat untuk memperdalam pemahaman tentang makna Ramadhan yang lebih luas:
Bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga meneguhkan komitmen perjuangan dalam kehidupan umat.
Kegiatan ini akan digelar pada:
Ahad, 8 Maret 2026 / 18 Ramadhan 1447 H Pukul 15.30 – 18.00 WIB
Majelis Tadabbur Al-Qur’an Buya Fikri Bareno
Jl. Petamburan IV No. 39, Jakarta Pusat
Momentum ini sekaligus menjadi forum refleksi umat tentang bagaimana Ramadhan sejak masa Rasulullah hingga hari ini selalu berkaitan erat dengan semangat perjuangan, pengorbanan, dan pembelaan terhadap nilai-nilai Islam.
BACA JUGA:
Momentum ini sekaligus menjadi forum refleksi umat tentang bagaimana Ramadhan sejak masa Rasulullah hingga hari ini selalu berkaitan erat dengan semangat perjuangan, pengorbanan, dan pembelaan terhadap nilai-nilai Islam.
BACA JUGA:
Ramadhan: Bukan Hanya Ibadah Individual
Dalam sejarah Islam, Ramadhan memiliki posisi yang sangat istimewa.
Banyak peristiwa penting dalam sejarah umat terjadi pada bulan ini.
Salah satu yang paling terkenal adalah Perang Badar, yang terjadi pada 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriah. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa Ramadhan adalah bulan yang menguatkan mental, spiritual, dan keberanian umat Islam.
Karena itu, kajian ini mengangkat perspektif bahwa Ramadhan tidak boleh dipahami secara sempit.
Puasa bukan hanya latihan spiritual pribadi, tetapi juga proses pembentukan karakter umat yang kuat, sabar, dan siap berjuang untuk kebenaran.
Dalam konteks kehidupan modern, perjuangan umat bisa berbentuk banyak hal:
- perjuangan menjaga nilai moral
- perjuangan melawan ketidakadilan
- perjuangan membangun peradaban yang bermartabat
- perjuangan memperkuat ukhuwah dan solidaritas sosial
Ramadhan menjadi sekolah spiritual tahunan yang melatih disiplin, kejujuran, ketahanan diri, serta kepekaan terhadap penderitaan sesama.
Menghadirkan Para Tokoh Dakwah, Aktivis dan Pemikir
Kajian ini menghadirkan sejumlah tokoh yang dikenal luas dalam dunia dakwah, pemikiran, dan perjuangan umat.
1. Ustadz Edy MulyadiSeorang wartawan senior dan pejuang intelektual yang dikenal vokal dalam menyuarakan kepentingan umat dan bangsa.Melalui perspektif jurnalistik dan analisis sosialnya, beliau sering mengajak umat untuk berpikir kritis, memahami dinamika politik dan sosial, serta menjaga keberpihakan pada kebenaran.
2. Buya Dr. Fikri BarenoTokoh ulama dan pembina Majelis Tadabbur Al-Qur’an, dan Pengusaha sukses, yang dikenal dengan pendekatan tafsir dan tadabbur Al-Qur’an yang mendalam.Melalui kajian-kajiannya, beliau mengajak umat untuk membumikan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
3. Buya Kol (purn) Dr. Asmil Ilyas, MASeorang ulama dan akademisi, Purnawirawan TNI, juga sebagai dosen di LEMHANAS, yang aktif dalam pengembangan pemikiran Islam dan pendidikan umat.
Beliau dikenal luas sebagai figur yang konsisten menguatkan pemahaman Islam yang berbasis ilmu, akhlak, dan kesadaran peradaban.
4. Ustadz Namruddin DFSebagai host tetap, beliau dikenal sebagai Aktivis dakwah dan Pergerakan yang aktif dalam gerakan sosial keumatan.Sebagai Ketum GMJ, kehadirannya memberikan perspektif gerakan umat di akar rumput, serta pentingnya membangun kesadaran kolektif dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.
Menghidupkan Syiar Ramadhan di Tengah Masyarakat
Gerakan Muslim Jakarta melalui program syiar Ramadhan ini berupaya menghadirkan ruang dialog, refleksi, dan konsolidasi umat.
Kajian seperti ini tidak hanya menjadi sarana memperdalam ilmu agama, tetapi juga memperkuat jaringan ukhuwah di antara kaum muslimin.
Selain kajian ilmiah, acara ini juga diisi dengan buka puasa bersama, yang menjadi simbol kebersamaan dan solidaritas umat.
Selain kajian ilmiah, acara ini juga diisi dengan buka puasa bersama, yang menjadi simbol kebersamaan dan solidaritas umat.
Dalam tradisi Islam, berbagi makanan berbuka memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi, sebagaimana sabda Rasulullah bahwa orang yang memberi makan orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala yang sama tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.
Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk bersilaturahmi, berdiskusi, dan memperkuat semangat perjuangan bersama dalam membangun kehidupan umat yang lebih baik.
Ramadhan dan Semangat Kebangkitan Umat
Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk bersilaturahmi, berdiskusi, dan memperkuat semangat perjuangan bersama dalam membangun kehidupan umat yang lebih baik.
Ramadhan dan Semangat Kebangkitan Umat
Tema “Ramadhan Bulan Perjuangan” mengandung pesan penting bagi umat Islam saat ini.
Dunia modern menghadirkan berbagai tantangan:
Krisis moral, ketimpangan sosial, tekanan ekonomi, hingga konflik global yang memengaruhi kehidupan umat.
Di tengah situasi tersebut, Ramadhan mengajarkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari transformasi diri.
Puasa melatih manusia mengendalikan hawa nafsu, menumbuhkan empati, serta memperkuat hubungan dengan Allah.
Jika nilai-nilai ini dihidupkan secara kolektif, Ramadhan dapat menjadi momentum kebangkitan umat, bukan hanya secara spiritual, tetapi juga sosial dan peradaban.
Mengajak Umat untuk Hadir dan Berpartisipasi
Jika nilai-nilai ini dihidupkan secara kolektif, Ramadhan dapat menjadi momentum kebangkitan umat, bukan hanya secara spiritual, tetapi juga sosial dan peradaban.
Mengajak Umat untuk Hadir dan Berpartisipasi
Kajian dan buka puasa bersama ini terbuka untuk masyarakat luas yang ingin memperdalam pemahaman tentang makna Ramadhan sebagai bulan perjuangan.
Dengan menghadiri majelis ilmu seperti ini, umat tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga energi spiritual dan inspirasi untuk menjalani Ramadhan dengan lebih bermakna.
Majelis ilmu adalah salah satu tempat terbaik untuk memperkuat iman, memperluas wawasan, dan membangun persaudaraan.
Ramadhan adalah momentum istimewa yang datang hanya sekali dalam setahun.
Dengan menghadiri majelis ilmu seperti ini, umat tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga energi spiritual dan inspirasi untuk menjalani Ramadhan dengan lebih bermakna.
Majelis ilmu adalah salah satu tempat terbaik untuk memperkuat iman, memperluas wawasan, dan membangun persaudaraan.
Ramadhan adalah momentum istimewa yang datang hanya sekali dalam setahun.
Karena itu, setiap muslim diajak untuk memanfaatkan setiap detiknya dengan amal terbaik, termasuk menghadiri majelis ilmu, mempererat silaturahmi, dan memperkuat komitmen perjuangan di jalan kebaikan.
Kajian “Ramadhan Bulan Perjuangan! (Bagian 2)” yang diselenggarakan oleh Gerakan Muslim Jakarta bukan sekadar acara seremonial Ramadhan.
Ia merupakan ruang refleksi dan penguatan spiritual umat, agar Ramadhan benar-benar menjadi momentum perubahan diri dan kebangkitan kolektif.
Melalui pemaparan para ulama dan tokoh yang hadir, diharapkan umat dapat memahami bahwa Ramadhan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang membangun kesadaran perjuangan untuk kebaikan, keadilan, dan kemuliaan umat.
Ramadhan adalah bulan kemenangan.
Melalui pemaparan para ulama dan tokoh yang hadir, diharapkan umat dapat memahami bahwa Ramadhan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang membangun kesadaran perjuangan untuk kebaikan, keadilan, dan kemuliaan umat.
Ramadhan adalah bulan kemenangan.
Dan kemenangan itu lahir dari kesabaran, pengorbanan, serta perjuangan yang tulus di jalan Allah.
(as)
(as)
#Ramadhan1447H #RomadhonBulanPerjuangan #GerakanMuslimJakarta #KajianRamadhan #BukberGMJ #SyiarRamadhan #MajelisIlmu #Petamburan #IslamBangkit #UkhuwahIslamiyah


