Fatahillah313, DEPOK, JAWA BARAT - Persoalan dugaan aktivitas pesta narkoba di rumah tahanan (rutan) Depok menjadi perhatian Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra. 
Pemerintah menyatakan persoalan tersebut masih dalam proses pemeriksaan dan belum sepenuhnya jelas.

Yusril menegaskan dirinya belum menerima laporan secara lengkap mengenai kasus tersebut. 
Namun, pemerintah memberikan perhatian serius terhadap berbagai persoalan yang belakangan terjadi di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Menurut Yusril, penanganan persoalan di lembaga pemasyarakatan membutuhkan langkah penertiban yang lebih sistematis.

Upaya tersebut akan dilakukan melalui koordinasi antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, kepolisian,

Badan Narkotika Nasional (BNN), serta pihak terkait lainnya.
Belum clear masalah itu dan saya juga belum mendapat laporan,
ujar Yusril ketika menanggapi persoalan tersebut.

Yusril mengatakan perhatian pemerintah terhadap kondisi lembaga pemasyarakatan semakin meningkat setelah sebelumnya ditemukan persoalan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cibinong.

Pemerintah, kata dia, dalam waktu dekat akan melakukan rapat koordinasi bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, kepolisian, serta Ombudsman. 
Koordinasi tersebut diarahkan untuk membahas langkah penertiban di lingkungan lembaga pemasyarakatan secara lebih sistematis.
Bagaimana kita melakukan satu langkah-langkah penertiban yang lebih sistematik terhadap lembaga pemasyarakatan kita sendiri,
kata Yusril.


Dugaan Aktivitas dalam Video Viral

Persoalan di Rutan Depok mencuat setelah beredarnya sebuah video viral yang memperlihatkan dugaan aktivitas seperti pesta atau dugem di dalam rumah tahanan. 
Video tersebut diunggah melalui sebuah akun Instagram dan kemudian menjadi perhatian publik.

Dalam perkembangan pemeriksaan, petugas dari Direktorat Pemasyarakatan Jawa Barat mendatangi Rutan Depok untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang yang diduga berkaitan dengan aktivitas dalam video tersebut.

Dari pemeriksaan awal itu, ditemukan adanya dua petugas Rutan Depok yang diduga terlibat dalam aktivitas sebagaimana terlihat dalam video.

Informasi tersebut kemudian dikonfirmasi kepada pihak kepolisian. 
Kapolres Metro Depok Kombes Christian Rony membenarkan bahwa kejadian yang menjadi perhatian tersebut memang terjadi di Depok.

Pemeriksaan terhadap kedua petugas tersebut kemudian dilakukan untuk mengetahui keterlibatan mereka dalam aktivitas yang terlihat dalam video.


Dua Petugas Diduga Menyediakan Sejumlah Keperluan

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang disampaikan dalam laporan tersebut, kedua petugas rutan diduga berperan sebagai penyedia sejumlah kebutuhan yang berkaitan dengan aktivitas di dalam video.

Keduanya disebut diduga menyediakan narkoba jenis sabu, serta sejumlah barang atau perlengkapan yang terlihat dalam video, termasuk lampu dan perangkat lainnya.

Namun, pemeriksaan terhadap kedua petugas tersebut juga mencakup tes urine. 
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa keduanya dinyatakan negatif dalam tes urine.

Temuan tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap dugaan keterlibatan petugas dalam aktivitas di Rutan Depok.

Sementara itu, pemeriksaan juga dilakukan terhadap warga binaan yang terlihat dalam video.


Warga Binaan yang Terlihat dalam Video Dinyatakan Positif

Berbeda dengan hasil tes urine terhadap dua petugas rutan, warga binaan yang terdapat dalam video disebut telah dipastikan positif menggunakan narkotika.

Pemeriksaan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam proses penyelidikan terhadap aktivitas yang terlihat dalam video viral tersebut.

Meski demikian, dalam pemeriksaan lokasi, polisi tidak menemukan narkoba maupun alat yang berkaitan dengan penggunaan sabu.

Petugas kepolisian yang telah mendatangi lokasi disebut tidak menemukan barang narkotika ataupun alat sabu di tempat tersebut.

Dengan demikian, keberadaan barang bukti di lokasi menjadi bagian yang masih menjadi perhatian dalam proses pemeriksaan kasus tersebut.


Pemerintah Siapkan Penertiban Lebih Sistematis

Kasus di Rutan Depok menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap persoalan narkotika dan berbagai permasalahan lain yang terjadi di lembaga pemasyarakatan.

Yusril mengatakan pemerintah tidak ingin persoalan tersebut ditangani secara parsial. 
Karena itu, diperlukan koordinasi antarlembaga untuk melakukan langkah penertiban secara lebih sistematis.

Koordinasi tersebut akan melibatkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, kepolisian, serta BNN. 
Pemerintah juga merencanakan koordinasi dengan Ombudsman.

Langkah tersebut dilakukan menyusul sejumlah persoalan yang muncul di lingkungan lembaga pemasyarakatan, termasuk temuan sebelumnya di LP Cibinong.

Yusril menegaskan bahwa persoalan yang terjadi di lembaga pemasyarakatan berkaitan erat dengan masalah narkotika. 
Karena itu, penanganannya memerlukan keterlibatan sejumlah institusi yang memiliki kewenangan dalam pemberantasan narkotika dan pengawasan lembaga pemasyarakatan.


Kasus Masih Dalam Proses Pemeriksaan

Sementara itu, mengenai dugaan pesta narkoba di Rutan Depok, Yusril menyatakan bahwa persoalan tersebut belum sepenuhnya jelas. 
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya belum menerima laporan secara lengkap mengenai hasil pemeriksaan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa proses pemeriksaan masih berjalan dan pemerintah masih menunggu laporan dari kementerian yang menangani persoalan pemasyarakatan.

Di tingkat lapangan, pemeriksaan terhadap petugas dan warga binaan telah dilakukan. 
Dua petugas yang diperiksa dinyatakan negatif melalui tes urine, sedangkan warga binaan yang terlihat dalam video disebut positif narkotika.

Namun, polisi tidak menemukan narkoba maupun alat sabu ketika melakukan pemeriksaan di lokasi.

Rangkaian pemeriksaan tersebut menjadi dasar bagi aparat dan pemerintah untuk terus memastikan secara jelas apa yang sebenarnya terjadi di Rutan Depok.

Yusril sendiri memastikan bahwa pemerintah memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut sekaligus mempersiapkan langkah penertiban yang lebih sistematis terhadap lembaga pemasyarakatan.

Rencana koordinasi antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, kepolisian, BNN, dan Ombudsman diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerintah menangani berbagai persoalan yang berkaitan dengan lembaga pemasyarakatan, khususnya yang berhubungan dengan narkotika.

Hingga tahap ini, kasus dugaan aktivitas pesta narkoba di Rutan Depok masih dalam proses pemeriksaan dan belum dinyatakan selesai. 
Pemerintah masih menunggu laporan lebih lengkap untuk memastikan keseluruhan persoalan yang terjadi.


(as)
#YusrilIhzaMahendra #RutanDepok #Depok #Narkoba #Lapas #Rutan #KementerianImigrasiDanPemasyarakatan #BNN #Kepolisian #BeritaDepok