Baru Dilantik, Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Perwira dan Ganti 19 Kapolda


Fatahillah313, JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan rotasi dan mutasi terhadap 88 perwira tinggi serta perwira menengah Polri. 
Mutasi tersebut menjadi perubahan jabatan perdana pada masa kepemimpinan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri.

Perubahan sejumlah jabatan strategis itu dilakukan hanya satu hari setelah Suyudi Ario Seto dilantik oleh Presiden Republik Indonesia. 
Kebijakan tersebut mencakup jajaran di lingkungan Mabes Polri maupun sejumlah kepolisian daerah di berbagai wilayah Indonesia.

Mutasi dan rotasi tersebut tertuang dalam surat Telegram Kapolri tertanggal 2 Oktober 2026. 
Dalam telegram tersebut, sejumlah posisi strategis mengalami perubahan, termasuk jabatan kepala kepolisian daerah atau Kapolda.

Dari keseluruhan perubahan jabatan yang dilakukan, tercatat sebanyak 19 Kapolda di sejumlah wilayah mengalami pergantian. 
Perubahan tersebut mencakup sejumlah daerah penting, termasuk seluruh posisi Kapolda di Pulau Jawa.


Mutasi Perdana di Masa Kepemimpinan Suyudi

Rotasi dan mutasi 88 perwira tinggi serta perwira menengah menjadi langkah awal dalam struktur kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Pergantian tersebut tidak hanya menyangkut jabatan di tingkat perwira, tetapi juga mencakup sejumlah posisi pimpinan kepolisian daerah. 
Dengan demikian, perubahan jabatan yang tertuang dalam surat Telegram Kapolri 2 Oktober 2026 tersebut menjangkau struktur kepolisian di tingkat pusat maupun daerah.

Mutasi dilakukan sehari setelah Suyudi Ario Seto dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Republik Indonesia. 
Dalam materi sumber disebutkan, perubahan jabatan tersebut menyasar sejumlah posisi strategis di lingkungan Mabes Polri dan jajaran kepolisian di berbagai wilayah.

Sebanyak 88 perwira tinggi dan perwira menengah tercatat masuk dalam perubahan jabatan tersebut. Bersamaan dengan itu, 19 jabatan Kapolda di sejumlah wilayah juga mengalami pergantian.


Seluruh Kapolda di Pulau Jawa Berganti

Salah satu bagian penting dari mutasi tersebut adalah pergantian seluruh kursi Kapolda di Pulau Jawa.

Dalam daftar yang disebutkan, terdapat enam Kapolda di wilayah Pulau Jawa yang mengalami pergantian. 
Mereka adalah Kapolda Metro Jaya, Kapolda Jawa Barat, Kapolda Banten, Kapolda Jawa Tengah, Kapolda Jawa Timur, dan Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta.

Untuk wilayah Metro Jaya, jabatan Kapolda yang sebelumnya dipegang Irjen Poladang Hartanto tercantum dalam daftar pergantian. 
Sementara di Jawa Barat, Kapolda Irjen Pol Henki juga termasuk dalam jajaran Kapolda yang mengalami perubahan.

Pergantian berikutnya terjadi di wilayah Banten. 
Kapolda Banten Brigjen Pol Hendra Kurniawan tercantum dalam daftar Kapolda yang berganti.

Di Jawa Tengah, jabatan Kapolda Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan juga masuk dalam daftar perubahan. Sementara Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono turut mengalami pergantian.

Adapun di Daerah Istimewa Yogyakarta, jabatan Kapolda Irjen Pol Langgeng Purnomo juga tercantum sebagai salah satu posisi yang mengalami perubahan.

Dengan demikian, enam posisi Kapolda yang berada di wilayah Pulau Jawa sebagaimana disebutkan dalam materi sumber seluruhnya masuk dalam daftar rotasi dan mutasi tersebut.


Menjangkau Mabes Polri dan Daerah

Surat Telegram Kapolri tertanggal 2 Oktober 2026 tidak hanya mengatur pergantian Kapolda. 
Sebanyak 88 perwira tinggi dan perwira menengah juga mengalami rotasi maupun mutasi.

Perubahan jabatan tersebut mencakup posisi di lingkungan Mabes Polri serta jajaran kepolisian di berbagai wilayah.

Kebijakan tersebut menjadikan mutasi ini sebagai perubahan struktur jabatan yang mencakup sejumlah tingkatan dalam organisasi kepolisian. 
Posisi-posisi yang berubah berada pada jabatan strategis baik di tingkat pusat maupun daerah.

Dalam materi sumber, pergantian 19 Kapolda disebut menjadi salah satu bagian dari keseluruhan mutasi terhadap 88 perwira tinggi dan perwira menengah Polri.


Telegram Kapolri Menjadi Dasar Perubahan

Perubahan jabatan para perwira tersebut tertuang dalam surat Telegram Kapolri bertanggal 2 Oktober 2026.

Telegram tersebut menjadi dasar perubahan jabatan yang dilakukan setelah Suyudi Ario Seto dilantik sebagai Kapolri. 
Waktu penerbitan telegram tersebut juga menunjukkan bahwa perubahan struktur jabatan dilakukan pada awal masa kepemimpinannya.

Mutasi mencakup perwira tinggi dan perwira menengah serta sejumlah pimpinan kepolisian daerah. Sebanyak 19 Kapolda tercatat mengalami pergantian dalam kebijakan tersebut.

Di Pulau Jawa, perubahan bahkan mencakup seluruh posisi Kapolda yang disebutkan dalam materi sumber, mulai dari wilayah Metro Jaya hingga Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.


Pergantian di Sejumlah Wilayah Strategis

Jajaran Kapolda memiliki posisi penting dalam struktur kepolisian di tingkat daerah. 
Karena itu, pergantian sejumlah Kapolda menjadi bagian yang menonjol dari mutasi perdana pada masa kepemimpinan Suyudi Ario Seto.

Daftar pergantian mencakup wilayah Metro Jaya, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain keenam wilayah di Pulau Jawa tersebut, masih terdapat Kapolda di wilayah lain yang juga mengalami perubahan. 
Secara keseluruhan, jumlah Kapolda yang diganti mencapai 19 orang.

Sementara itu, keseluruhan perwira yang mengalami rotasi dan mutasi mencapai 88 orang, terdiri atas perwira tinggi serta perwira menengah.


Mutasi Sehari Setelah Pelantikan

Waktu pelaksanaan menjadi bagian penting dalam rangkaian perubahan tersebut. 
Suyudi Ario Seto baru dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Republik Indonesia, kemudian sehari setelahnya dilakukan rotasi dan mutasi terhadap sejumlah perwira.

Perubahan tersebut kemudian dituangkan dalam surat Telegram Kapolri tertanggal 2 Oktober 2026.

Dengan adanya telegram tersebut, sejumlah jabatan strategis dalam struktur kepolisian mengalami perubahan. 
Pergantian mencakup lingkungan Mabes Polri dan jajaran kepolisian daerah, termasuk 19 posisi Kapolda.

Mutasi tersebut sekaligus menjadi langkah pertama yang disebut dalam materi sumber sebagai mutasi perdana pada masa kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
88 Perwira dan 19 Kapolda

Secara keseluruhan, terdapat dua angka utama dalam mutasi tersebut, yakni 88 perwira dan 19 Kapolda.

Sebanyak 88 perwira tinggi serta perwira menengah mengalami rotasi dan mutasi. 
Sementara itu, 19 kepala kepolisian daerah di sejumlah wilayah mengalami pergantian.

Khusus Pulau Jawa, enam posisi Kapolda yang disebutkan dalam materi sumber seluruhnya mengalami perubahan, yakni Kapolda Metro Jaya, Kapolda Jawa Barat, Kapolda Banten, Kapolda Jawa Tengah, Kapolda Jawa Timur, dan Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari struktur mutasi yang diterbitkan melalui surat Telegram Kapolri pada 2 Oktober 2026, sehari setelah Suyudi Ario Seto dilantik sebagai Kapolri.

Mutasi perdana tersebut mencakup lingkungan Mabes Polri sekaligus jajaran kepolisian daerah di berbagai wilayah. 
Pergantian 19 Kapolda menjadi salah satu bagian utama dari perubahan jabatan yang melibatkan 88 perwira tinggi dan perwira menengah Polri.


(as)
#Kapolri #SuyudiArioSeto #MutasiPolri #RotasiPolri #Kapolda #Polri #MabesPolri #MutasiPerwira #KapoldaJawa #KepolisianIndonesia