Fatahillah313 - Mantan Rektor Universitas Ibnu Chaldun Musni Umar menyoroti Stadion Jakarta International Stadium (JIS) yang tak terpilih sebagai lokasi pertandingan Piala Dunia U-20 yang berlangsung pada 20 Mei hingga 11 Juni 2023.
Hal tersebut ditanggapi Musni Umar melalui akun Twitter pribadinya. Dalam cuitannya, Musni Umar pun mengingat ucapan dari pakar politik.
Loyalis Anies Baswedan ini pun menjelaskan, pakar politik yang disebutnya jebolan dari Cornell University, Amerika Serikat itu pernah mengatakan bahwa tak ada kebijakan yang tak berkaitan dengan politik.
"Deliar Noer, pakar politik pertama di Indonesia jebolan dari Cornell University Amerika Serikat, sewaktu mengajar kami ilmu politik di UNAS berkata tidak ada kebijakan yang tidak berkaitan dengan politik. Ada kebijakan politik di bidang pendidikan, hukum, ekonomi, olahraga dan sebagainya," ujar Musni Umar dikutip WE NewsWorthy dari akun Twitter pribadi miliknya, Kamis (23/3).
Lanjut, Musni Umar pun menegaskan bahwa jika JIS saat ini tak tak termasuk dari enam stadion yang dipilih sebagai lokasi pertandingan, hal ini merupakan kebijakan politik di bidang olahraga.
"JIS tidak dipilih venue piala dunia u-20 dan Israel boleh bertanding di Indonesia merupakan kebijakan politik di bidang olahraga," tegas Musni Umar.
"Jadi tidak benar ada yang berkomentar 'olahraga jangan dicampur dengan politik'," pungkas Musni Umar.
Deliar Noer, pakar politik pertama di Indonesia jebolan dari Cornell University Amerika Serikat, sewaktu mengajar kami ilmu politik di UNAS berkata tdk ada kebijakan yg tdk berkaitan dgn politik. Ada kebijakan politik di bidang pendidikan, hukum, ekonomi, https://t.co/hv5d9mFizq…
— Musni Umar (@musniumar) March 23, 2023
"Stadion JIS tak dipakai ya sayang-sayang ya gak dipakai, mudah-mudahan nanti berikutnya bisa dipakai ya," ujar Anies dikutip dari Replubika seperti yang disiarkan akun channel resmi ponpes.
Lebih lanjut, Anies pun mengatakan bahwa JIS menjadi satu-satunya stadion di Asia Tenggara yang atapnya bisa ditutup. Sehingga, lapangan stadion bisa dipakai untuk bertanding pada pukul 12.00 WIB. Dengan stadion memiliki atap maka pertandingan sepak bola bisa dihelat pada siang hari dan tidak panas.
"Kenapa itu dibuat? Jadi kejadiannya gini Pak Yai, saya setiap kali nonton sepak bola itu pertandingannya jam tujuh malam, jam tujuh malam Pak Yai, kalau lapangannya itu stadionnya 60 ribu hampir semua Maghrib Isya-nya itu jamak Pak Yai, kan ga mungkin pertandingan jam 7, ga ada tempat," tutur Anies.
Lanjut, kata Anies, yang kedua sering masalah. Hal ini lantaran kita tinggal di Khatulistiwa, Khatulistiwa itu artinya kalau siang panas. Di Eropa pertandingan jam 2 siang itu nyaman, pertandingan jam 10 nyaman, karena dia bukan tropis.
"Nah di Indonesia, desainnya stadion itu terbuka membuat pertandingan itu harus sore atau malam, jadi kita buat tertutup supaya bisa pertandingan siang," sambung Anies.
Dengan berbagai keunggulan seperti itu, Anies juga heran mengapa JIS tidak dipakai PSSI untuk menjadi lokasi pertandingan Piala Dunia U-20.
"Kita berharap, sudah jadi bagus-bagus ya dipakai cuman kelihatannya belum ada yang mau pakai dulu sekarang, nanti setelah selesai 2024 Pak Yai baru mulai dipakai lagi Pak Yai, ya sekarang masih sepi," imbuh Anies.
Penulis/Editor: Irania Zulia
Sumber :NW.WartaEkonomi

