Ia menilai penelitian yang dilakukan oleh Dokter Tifa merupakan kerja akademik yang sah dan tidak layak dipidanakan.
Bahkan, ia menduga ada upaya menjebak melalui pembacaan yang keliru terhadap substansi riset tersebut.
Artikel ini merangkum secara sistematis alur pernyataan Rocky Gerung, menempatkan konteks hukum, metodologi, hingga dinamika persepsi publik dalam satu narasi yang utuh.
Video Pernyataan Rocky Gerung
Kesaksian Ahli: Fokus pada Metodologi, Bukan Politik
Rocky juga menekankan bahwa penilaian terhadap karya ilmiah seharusnya dilakukan melalui pembacaan substansi, bukan melalui potongan narasi sensasional di media sosial.
Hermeneutika Kecurigaan: Inti Pendekatan Ilmiah
Dalam dunia akademik, penelitian justru menuntut:
Soal Pidana: Di Mana Letak Masalahnya?
Ketika penelitian mulai ditarik ke ranah pidana, pertanyaan yang muncul menjadi lebih besar:
Artikel ini merangkum secara sistematis alur pernyataan Rocky Gerung, menempatkan konteks hukum, metodologi, hingga dinamika persepsi publik dalam satu narasi yang utuh.
Video Pernyataan Rocky Gerung
Kesaksian Rocky Gerung usai memberikan keterangan sebagai ahli terkait metodologi penelitian yang digunakan oleh Dokter Tifa.
Kesaksian Ahli: Fokus pada Metodologi, Bukan Politik
Dalam keterangannya, Rocky menegaskan bahwa dirinya diminta penyidik semata-mata sebagai ahli metodologi, bukan sebagai pembela politik.
Menurutnya, penelitian Dokter Tifa berangkat dari:
Ia menilai seluruh tahapan tersebut telah memenuhi prosedur akademik yang sah.
Menurutnya, penelitian Dokter Tifa berangkat dari:
- Rasa ingin tahu akademik (academic curiosity)
- Pengumpulan fakta
- Pengujian hubungan sebab-akibat (kausalitas)
- Penyajian hasil secara terbuka dalam bentuk buku
Penelitian itu sesuai prosedur.Bukan sekadar opini di media sosial.Hasilnya ditulis, dicetak, dan bisa diuji publik.
Rocky juga menekankan bahwa penilaian terhadap karya ilmiah seharusnya dilakukan melalui pembacaan substansi, bukan melalui potongan narasi sensasional di media sosial.
Hermeneutika Kecurigaan: Inti Pendekatan Ilmiah
Salah satu konsep yang disorot adalah hermeneutics of suspicion, pendekatan ilmiah yang menguji suatu fenomena secara kritis, bukan berdasarkan sentimen pribadi.
Dalam perspektif ini:
Rocky menegaskan bahwa penelitian terhadap figur publik merupakan bagian dari “festival of ideas”, di mana gagasan diuji secara terbuka di ruang publik.
Sensasi vs Substansi: Problem Persepsi Publik
Dalam perspektif ini:
- Kecurigaan adalah metode ilmiah, bukan tuduhan personal
- Penelitian terhadap isu publik adalah fungsi akademisi
- Tidak ada relasi pribadi yang menjadi dasar serangan terhadap pihak tertentu
Sensasi vs Substansi: Problem Persepsi Publik
Menurut Rocky, persoalan utama justru terletak pada:
Ia mengingatkan bahwa:
- Publik yang menangkap bagian sensasional
- Media sosial yang memperkuat potongan narasi
- Minimnya pembacaan terhadap karya lengkap
Ia mengingatkan bahwa:
Sensasi boleh datang lebih dulu, tapi publik jangan berhenti di kulit.Lihat substansinya.
Dalam dunia akademik, penelitian justru menuntut:
- Data
- Pengujian berulang
- Kritik terbuka
- Replikasi
Soal Pidana: Di Mana Letak Masalahnya?
Rocky mempertanyakan dasar kriminalisasi penelitian.
Menurutnya:
Ia bahkan menduga bahwa sebagian pihak hanya mengambil bagian sensasional tanpa memahami konsep ilmiah seperti:
Dari sudut pandangnya, di sinilah muncul kesan adanya upaya “menjebak” melalui interpretasi yang dipolitisasi.
Status Tersangka dan Ketegangan Akademik–Hukum
Menurutnya:
- Penelitian tidak bisa dianggap penghinaan
- Pencemaran nama baik biasanya terkait relasi personal
- Karya ilmiah yang bersifat analitis tidak memenuhi unsur tersebut
- Cognitive science
- Neurophilosophy
- Metodologi ilmiah
Status Tersangka dan Ketegangan Akademik–Hukum
Status hukum yang disematkan kepada Dokter Tifa, menurut Rocky, mencerminkan ketegangan antara kebebasan akademik dan respons politik.
Ia menegaskan dirinya tidak masuk pada ranah:
Posisinya jelas:
Kebebasan Akademik di Era Sensasi
Ia menegaskan dirinya tidak masuk pada ranah:
- Rekonsiliasi
- Restorative justice
- Negosiasi hukum
Saya hanya berurusan dengan metodologi.
Kebebasan Akademik di Era Sensasi
Kasus ini memperlihatkan dilema yang lebih luas:
Di era digital, gagasan ilmiah sering kali dipotong, dipelintir, dan diperdebatkan di luar konteks metodologinya.
Jika ruang akademik ikut terkriminalisasi, yang terancam bukan hanya satu peneliti, melainkan iklim intelektual itu sendiri.
Antara Kritik dan Ketakutan
- Apakah penelitian atas isu publik masih aman?
- Seberapa jauh kebebasan akademik dilindungi?
- Bagaimana batas antara kritik ilmiah dan pelanggaran hukum?
Jika ruang akademik ikut terkriminalisasi, yang terancam bukan hanya satu peneliti, melainkan iklim intelektual itu sendiri.
Antara Kritik dan Ketakutan
Bagi Rocky Gerung, persoalan ini bukan sekadar kasus individu.
Ini adalah soal prinsip:
Apakah rasa ingin tahu akademik masih memiliki ruang aman dalam demokrasi.
Ketika penelitian mulai ditarik ke ranah pidana, pertanyaan yang muncul menjadi lebih besar:
Apakah kita sedang menguji sebuah karya ilmiah, atau justru menguji batas kebebasan berpikir?
(as)
#RockyGerung #DokterTifa #KebebasanAkademik #MetodologiIlmiah #DemokrasiDanIlmu #IsuPublik #RisetBukanPidana #KritikIlmiah #OpiniPublik #Indonesia2026

