بسم الله الرحمن الرحيم
الصلاة والسلام عليك يا رسول الله ورحمة الله وبركاته
Fatahillah313, Jakarta - 12 Rabi‘ul Awwal 1447 H / 4 September 2025 – Ribuan umat Islam memadati kawasan Pertamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sejak sore hari. Malam Maulid Nabi Muhammad ﷺ itu tidak sekadar menjadi perayaan rutin, tetapi juga momentum penguatan “Revolusi Akhlak untuk Indonesia Berkah”.
Acara ini dihadiri langsung oleh Habib Rizieq Shihab (IB HRS), tokoh nasional Prof. Dr. Din Syamsuddin, MA, serta para habaib, ulama, kiai, asatidz, dan jamaah dari berbagai penjuru. Gelombang manusia mengalir hingga jalan-jalan kecil, membuktikan kecintaan umat kepada Rasulullah ﷺ.
Tidak ketinggalan, penulis, Ustadz Abu Fayadh Muhammad Faisal Al Jawy Al-Bantani (UAF), turut hadir menyaksikan suasana penuh syahdu ini. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Habib Ali Alatas (Sekjen DPP FPI) yang baru saja menikah. Barokallohulaka wabaroka alaika wajama‘a bainakuma fii khoir.
الصلاة والسلام عليك يا رسول الله ورحمة الله وبركاته
Fatahillah313, Jakarta - 12 Rabi‘ul Awwal 1447 H / 4 September 2025 – Ribuan umat Islam memadati kawasan Pertamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sejak sore hari. Malam Maulid Nabi Muhammad ﷺ itu tidak sekadar menjadi perayaan rutin, tetapi juga momentum penguatan “Revolusi Akhlak untuk Indonesia Berkah”.
Acara ini dihadiri langsung oleh Habib Rizieq Shihab (IB HRS), tokoh nasional Prof. Dr. Din Syamsuddin, MA, serta para habaib, ulama, kiai, asatidz, dan jamaah dari berbagai penjuru. Gelombang manusia mengalir hingga jalan-jalan kecil, membuktikan kecintaan umat kepada Rasulullah ﷺ.
Tidak ketinggalan, penulis, Ustadz Abu Fayadh Muhammad Faisal Al Jawy Al-Bantani (UAF), turut hadir menyaksikan suasana penuh syahdu ini. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Habib Ali Alatas (Sekjen DPP FPI) yang baru saja menikah. Barokallohulaka wabaroka alaika wajama‘a bainakuma fii khoir.
Mau‘izhah Hasanah: Menghidupkan Akhlak Nabi ﷺ
Sambutan malam itu berulang kali menegaskan pesan Al-Qur’an:
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.”Ayat ini meneguhkan bahwa Rasulullah ﷺ adalah teladan utama, dengan akhlak yang agung. Karena itu, Revolusi Akhlak bukan sekadar slogan, melainkan panggilan untuk setiap Muslim agar kembali menghidupkan semangat amar makruf nahi mungkar di tengah masyarakat.
(QS. At-Taubah: 128
1.500 Tahun yang Lalu: Lahirnya Sang Pembawa Cahaya
Malam itu juga mengingatkan umat pada peristiwa agung 1500 tahun silam: kelahiran Muhammad bin Abdullah ﷺ.
Ibunda Aminah binti Wahb melahirkan putra yatim ini dalam kesunyian, sebab Abdullah telah wafat saat beliau masih dalam kandungan.
Paman Nabi, Abu Lahab, justru menyambut kelahiran keponakannya dengan suka cita. Ia bahkan memerdekakan budaknya, Tsuwaibah al-Aslamiyah, sebagai ungkapan kegembiraan.
Ironisnya, sosok yang kelak dicela dalam Al-Qur’an itu tetap mendapat keringanan siksa setiap hari Senin karena pernah berbahagia atas kelahiran Rasulullah ﷺ. Sebagaimana bait syair dalam riwayat Imam Bukhari:
إذا كان هذا كافرا وجاء ذمّه # وتبّت يداه في الجحيم مخلّداMalam Jum‘at, 12 Rabi‘ul Awwal itu, jamaah diajak untuk menghidupkan mahabbah kepada Rasulullah ﷺ dengan memperbanyak shalawat. Penulis mengumandangkan doa penuh penghayatan:
أتى أنّه في يوم الإثنين دائما # يُخَفّف عنه للسُّرور لأحمد
فما الظن بالعبد الذي كان عمره # بأحمد مسروا ومات موحدا
"Jika seorang kafir yang dicela (dalam Al-Qur’an) seperti Abu Lahab, diringankan siksaannya setiap Senin karena gembira atas kelahiran Ahmad ﷺ, maka bagaimana pula keadaan seorang hamba yang sepanjang hidupnya mencintai Nabi Muhammad ﷺ dan wafat dalam keadaan bertauhid?"
Tafakkur dan Doa: Jalan Revolusi Akhlak
Yaa Allah...
Harumkanlah hadirat Nabi Muhammad ﷺ dengan aroma wewangian shalawat dan salam-Mu.
Jadikan kami dan keluarga kami termasuk golongan yang Kau anugerahi cinta kepada-Mu, cinta kepada Rasul-Mu, serta cinta kepada segala sesuatu yang mendekatkan kami pada cinta itu.
Dan anugerahi kami syafa‘at kubra dari Kanjeng Nabi Muhammad ﷺ.
Akhir majelis ditutup dengan qasidah anti-korupsi, pesan moral yang relevan dengan kondisi bangsa. Suasana semakin khidmat ketika seluruh jamaah berdiri melantunkan shalawat, menegaskan tekad bersama: “Revolusi Akhlak untuk Indonesia Berkah”.
Pesan untuk Bangsa
Ustadz Abu Fayadh menutup refleksinya dengan kalimat penuh harap:
Al-Faqir Ilalloh Azza Wa Jalla
Ustadz Abu Fayadh Muhammad Faisal Al Jawy Al-Bantani, S.Pd., M.Pd., Gr
(Pengajar, Dai, dan Pencinta Revolusi Akhlak)
Ustadz Abu Fayadh menutup refleksinya dengan kalimat penuh harap:
“Hasbunalloh Wani‘mal Wakil, Ni‘mal Maula Wa Ni‘man Natsir.”Sebuah ikrar bahwa perjuangan akhlak bukanlah semata-mata agenda politik, melainkan misi keumatan yang berpijak pada kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Dari Pertamburan, pesan ini bergema: saatnya umat menata diri, keluarga, dan bangsa dengan spirit akhlak mulia.
Al-Faqir Ilalloh Azza Wa Jalla
Ustadz Abu Fayadh Muhammad Faisal Al Jawy Al-Bantani, S.Pd., M.Pd., Gr
(Pengajar, Dai, dan Pencinta Revolusi Akhlak)


