Fatahillah313 - Amerika Serikat telah menyatakan dukungan terhadap Israel dalam konflik bersenjata dengan Hamas, Palaestina.
Kabar terbaru, kini tiga negara Eropa yakni Perancis, Jerman, dan Italia ikut mendukung Israel melakukan perlawanan perang terhadap Hamas.
Adapun, keempat negara itu telah tegas menyatakan dukungan kepada Israel. Mereka juga mengecam tindakan Hamas yang dianggap telah menyebabkan kerusakan di wilayah Israel.
Dilansir dari unggahan akun media sosial X milik Presiden Amerika Serikat, Joe Biden dalam pada Selasa, (10/10/2023) sang pemimpin negara ini memberikan keterangan.
Dalam unggahan itu, ia menerangkan bahwa pihaknya bersama ketiga negara lainnya secara tegas mendukung Israel. “Amerika Serikat, Perancis, Jerman, Italia, dan Inggris akan tetap bersatu dan terkoordinasi bersama-sama, sebagai sekutu dan sebagai teman bersama Israel untuk memastikan Israel dapat mempertahankan diri,” tulis Biden.
Ia bahkan juga memposting isi pernyataan pers yang memuat sejumlah ultimatum dan dukungan terhadap Israel dalam peperangan melawan Hamas.
Dalam rilis pres tersebut, berisi soal anggapan bahwa Hamas telah melakukan tindakan terorisme yang mengerikan.
Sehingga, pihaknya secara tegas mengecam tindakan Hamas tersebut. "Hari ini, kami – Presiden Macron dari Perancis, Kanselir Scholz dari Jerman, Perdana Menteri Meloni dari Italia, Perdana Menteri Sunak dari Inggris, dan Presiden Biden dari Amerika Serikat." "menyatakan dukungan kami yang teguh dan bersatu kepada Negara Israel, dan kami kecaman tegas terhadap Hamas dan tindakan terorismenya yang mengerikan. "Kami menegaskan bahwa tindakan teroris Hamas tidak mempunyai pembenaran, tidak mempunyai legitimasi, dan harus dikutuk secara universal.
Tidak pernah ada pembenaran untuk terorisme." "Dalam beberapa hari terakhir, dunia menyaksikan dengan ngeri ketika teroris Hamas membantai keluarga di rumah mereka, membantai lebih dari 200 anak muda yang sedang menikmati festival musik, dan menculik wanita lanjut usia, anak-anak, dan seluruh keluarga, yang kini disandera." "Negara-negara kami akan mendukung Israel dalam upayanya membela diri dan rakyatnya dari kekejaman semacam itu." "Kami lebih lanjut menekankan bahwa ini bukan saatnya bagi pihak mana pun yang memusuhi Israel untuk mengeksploitasi serangan-serangan ini untuk mencari keuntungan." Adapun, dikabarkan bahwa peperangan di jalur Gaza ini, dipicu kembali setelah Hamas menembakkan 5.000 roket ke Israel pada akhir pekan lalu.
Menurut keterangan dari Juru bicara militer Israel, Daniel Hagari, menyebutkan bahwa kelompok Hamas menyerang Tel Aviv dari berbagai sisi.
Baik dari darat, laut, hingga udara. Merespon operasi Hamas ke Israel itu, tentara Israel kemudian melancarkan balasan.
Yakni, dengan memborbardir jalur Gaza dan meruntuhkan beberapa gedung yang dinyatakan oleh pihaknya sebagai milik Hamas.
Sebagai informasi, terkait konflik ini, pasukan Israel sendiri telah meluncurkan serangan balasan ke Jalur Gaza.
Di mana, sekitar 2 juta warga Palestina terkurung akibat blokade Israel sejak 2007.
Israel pun berhasil mengendalikan wilayah darat, laut, dan udara Jalur Gaza.
Bahkan dikabarkan, angkatan Bersenjata Israel (IDF) mengaku telah membombardir 426 target di Jalur Gaza pada Sabtu hingga Minggu.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dilaporkan menggelar rapat darurat bersama petinggi pertahanan Israel, termasuk Menteri Pertahanan Yoav Gallant dan Kepala Staf Angkatan Darat Israel Herzi Halevi, Minggu.
Sebelumnya, Netanyahu telah menyatakan perang terhadap Hamas dan berjanji meluncurkan serangan balasan.
Komandan senior militer Hamas, Mohammed Deif, mengatakan serangan roket menandai awal "Operasi Banjir Al Aqsa".
Ia menyerukan bahwa warga Palestina telah melawan pendudukan Israel. "Kami telah memutuskan, sudah cukup," ujarnya dalam sebuah pesan audio, dikutip Al Jazeera. "Ini adalah hari pertempuran terbesar untuk mengakhiri pendudukan terakhir yang ada di muka bumi ini." Sementara, Otoritas Palestina meminta Liga Arab menggelar rapat darurat sehubungan eskalasi konflik Israel-Palestina.
Hal tersebut disampaikan Utusan Tetap Palestina untuk Liga Arab Mohannad Aklouk. "Rapat darurat ini sehubungan agresi Israel terhadap rakyat Palestina, termasuk eskalasi penyerbuan ke kompleks Masjid Al-Aqsa oleh ribuan pemukim dan pejabat Israel beberapa hari belakangan," kata Aklouk, dikutip Al Jazeera.
Host: Nina Agustina
VP: Rania A.

