Fatahillah313 - Para habaib yang berdakwah di Indonesia dianggap menimbulkan kekacauan yang mengajarkan kekerasan dan menakut-nakuti pribumi karena merasa keturunan Rasulullah.
“Habib-habib berhenti berdakwah di Indonesia, Kebanyakan merusak. 100 habib yang ceramah yang benar hanya 2 atau 3 yang lainnya bikin kacau, gaduh, menakut-nakuti pribumi,” kata Muhammad Fuad Riyadi (Gus Fuad Pleret) dalam ceramah yang beredar di YouTube beberapa waktu lalu.
Fuad mengatakan, para habaib yang mendakwahkan Islam secara keras justru membuat sebagaian umat Islam menjadi murtad.
“Saya dapat laporan banyak, gara-gara gerakan Islam keras itu banyak orang Islam murtad.
Materi dakwah itu kasih sayang Rasulullah, bukan mempolitisi agama, agama unuk politik ngacam-ngancam itu merusak,” jelas Fuad Pleret.
“Para Habaib generasi pertama membuat orang Islam masuk Islam. Sekarang para Habaib membuat murtad orang. Para Habaib berhenti berdakwah. Biar pribumi ngurusi pribumi. Rasullah mengatakan, tamu jangan jadi imam,” tegas Fuad.
Selain itu, kata Fuad Pleret, Pusat kewalian dunia ada di Kalimantan Selatan, Martapura, Sekumpul.
“Kita berkewajiban menjaga umatnya Rasulullah dan dunia ilmu marifatnya menginduk ke guru Sekumpul. Pusat ahlussunah waljamaah pusatnya di Kalsel,” pungkasnya.
Fuad Pleret: DN Aidit Seorang Habib dan Muso Hafal Al Qur’an
Tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) DN Aidit merupakan seorang habib dan Muso hafal Al Qur’an.
“DN Aidit itu seorang Habib dan Muso Hafal Al Qur’an,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Tradisional Roudlotul Fatihah di Plered, Bantul, Yogyakarta Fuad Pleret di akun YouTube-nya.
“Rabithoh Alawiyah tidak mengakui DN Aidit bukan habib itu persoalan politik,” jelas Fuad.
Selain itu, ia mengatakan, Ada Assegaf berprofesi sebagai pendeta.
“Bagi saya itu biasa,” jelasnya.
Sumber : DEMOCRAZY
.jpg)

